Content

Musium Ullen Sentalu

12 Sep 2011


Museum Ullen Sentalu, terletak di daerah Pakem, Kaliurang (bagian utara kota Yogyakarta) adalah museum yang menampilkan budaya dan kehidupan putri / wanita Keraton Yogyakarta beserta koleksi bermacam-macam batik (baik gaya Yogyakarta maupun Solo).
Museum ini juga menampilkan tokoh raja-raja (Sultan) di keraton Yogyakarta beserta permaisurinya dengan berbagai macam pakaian yang dikenakan sehari-harinya.
Nama Ullen Sentalu merupakan singkatan dari bahasa Jawa: “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang artinya adalah “Nyala lampu blencong merupakan petunjuk manusia dalam melangkah dan meniti kehidupan”. Filsafah ini diambil dari sebuah lampu minyak yang dipergunakan dalam pertunjukkan wayang kulit (blencong) yang merupakan cahaya yang selalu bergerak untuk mengarahkan dan menerangi perjalanan hidup kita.


Di Museum Ullen Sentalu, dapat diketahui bagaimana para leluhur Jawa membuat batik yang memiliki arti dan makna yang mendalam di dalam setiap coraknya. Ada juga berbagai sejarah mengenai keadaan budaya Jawa kuno dengan segala aturannya. Keadaan museum yang dibangun dengan baik, mampu membuat pengunjung seperti terserap ke masa Jawa kuno yang mengagumkan.

Ruangan di Ullen Sentalu



Museum Ullen Sentalu memiliki 10 ruangan yang setiapnya bercerita tentang kisah yang berbeda-beda; Ruang Selamat Datang, Ruang Seni Tari dan Gamelan, Goa Selo Giri, Koridor Retja Landa, Ruang Budaya dan Kampung Kambang yang memiliki 5 ruangan yaitu Royal Room Ratu Mas, Ruang Syair untuk Tineke, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, Ruang Putri Dambaan
Sayang sekali, di Musium Ulle Sentalu pengunjung dilarang keras mengabadikan isi dari Musium. Namun yang pasti, temen-temen bakal nyaman banget liat design dan tata ruang dari Musium ini :)

1. Ruang Selamat Datang

Ruangan ini merupakan ruangan penyambutan bagi pengunjung Museum. Arca Dewi Sri sebagai simbo kesuburan menyambut pengunjung untuk memasuki museum.


2. Ruang Seni Tari dan Gamelan

Di ruangan ini seperangkat Gamelan yang digunakan tahun 1930an yang berasal dari Keraton Solo dipajang dengan lukisan-lukisan tari yang pernah diadakan di Keraton.


3. Goa Selo Giri

Goa Selo Giri merupakan ruang bawah tanah dan dirancang rendah mengikuti filosofi Jawa yang selalu rendah hati. Ruangan berupa lorong panjang labirin ini menggunakan material dari bebatuan Gunung Merapi. Terlihat lukisan-lukisan Putri keraton jaman dahulu yang sudah sangat mengenal fashion seperti lukisan Retno Puwoso, istri dari Paku Alam VII (putri Paku Buwono X) yang mengenakan baju kebaya dan kipas bulu yang dikalungkan di lehernya menjuntai hingga ke mata kaki, dimana busana-busana tersebut dirancang sendiri olehnya. Lebih detail lagi, putri Keraton tidak pernah memakai cincin di jari tengahnya sesuai dengan filosofi Jawa 5 jari bahwa jari tengah itu tegak berdiri yang melambangkan Tuhan.


4. Kampung Kambang

Ruangan kedua adalah lorong yang dirancang mengambang di atas air, terdiri dari Ruang Syair untuk Tineke, Royal Room Ratu Mas, Ruang Batik Vorstendlanden, Ruang Batik Pesisiran, dan Ruang Putri Dambaan.


5. Royal Room Ratu Mas

Ruangan ini khusus dipersembahkan untuk Ratu Mas yang merupakan permaisuri Sunan Paku Buwana X yang juga pendiri pasar klewer. Ratu Mas sangat terkenal dengan busana-busananya yang fashionable. Selain merancang busana, beliau juga sangat pandai berbahasa Belanda, bermain piano, dan memasak. Konon katanya, Ratu Mas selalu menyediakan 3 set busana untuk setiap acara Keraton. Ratu Mas juga sangat hobi mengkoleksi berbagai topi yang dipesan langsung dari berbagai negara.


6. Ruang Syair untuk Tineke

Ruangan ini menampilkan syair dan puisi yang dipersembahkan untuk GRAj Koes Sapariyam yang akrab dipanggil Tineke sebagai penghibur hatinya yang tidak direstui memilih lelaki pilihannya. Koleksi syair dikumpulkan dari tahun 1939-1947 oleh para kerabat. Melalu puisi-puisi ini terbukti bahwa seni sastra para putri di balik keraton sudah sangat tinggi.



7. Ruang Batik Vorstendlanden

Ruangan yang dipenuhi oleh koleksi batik dari jaman Sultan Hamengku Buwono VII - Sultan Hamengku Buwono VIII serta Sunan Paku Buwono X hingga Sunan Paku Buwono XII. Dijelaskan bahwa setiap jenis dan motif batik mempunyai makna berbeda-beda yang digunakan sesuai dengan keperluannya masing-masingnya. Peninggalan batik ini membutikan perpaduan antara keindahan seni dan folosofi Jawa yang menggambarkan betapa kayanya warisan budaya.


8. Ruang Batik Pesisiran

Ruangan ini diisi oleh koleksi busana dan berbagai kostum yang pernah digunakan oleh keluarga Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta yang sudah berumur ratusan tahun.


9. Ruang Putri Dambaan

Ruangan ini khusus menggambarkan kehidupan GRAy Siti Nurul Kusumawardhani yang merupakan putri dari Mangkunegara VII. Berbagai koleksi fotonya dari tahun 1921-1951 terpajang. Ruangan ini diresmikan langsung oleh Gusti Nurul tepat pada ulangtahunnya ke 81 pada tahun 2002. Sekarang, Gusti Nurul telah berusia 89 tahun dan berdomisili di Bandung. Gusti Nurul merupakan putri yang sangat special karena beliau memberi inspirasi besar pada Pangeran Mataram untuk tidak berpoligami. Gusti Nurul merupakan salah satu putri Keraton yang berintelektual tinggi. Beliau juga memiliki hobi berkuda, bermain tenis, dan berenang yang saat itu tidak terlalu banyak digeluti oleh putri Keraton.


10 Koridor Retja Landa

Ruangan kedua terkahir adalah ruangan luar yang memamerkan arca asli maupun replika dari abad VIII – IX Masehi.


11. Ruang Budaya

Ruang ini menyimpan berbagai lukisan Raja Mataram dan patung tata rias busana pengantin Kasunanan Solo dan Kasultanan Yogyakarta yang setiap detailnya memiliki filosofi Jawa.
Free bonus klo dah selesai tur di Musium Ulle, dapet Ramuan Awet muda Ramuan Dari Ratu Mas :)


Alamat : Jl.Boyong Taman wisata Kaliurang,

telp (62-0274) 895161, 895131

Sekretariat : Jl. Plemburan 10 Yogyakarta 55581

Telephon : (62-0274) 880158,

Fax : (62-0274) 881743

Jam buka tiket : Selasa – Minggu, pk. 09.00 – 16.00 WIB

Hari Libur Nasional tetap buka

Tiket : Rp. 25 000 (nusantara)

Rp. 25 000 (pelajar mancanegara)

US $ 5.00 (manca negara = Rp.50.000)

Sumber
Kaskus, Wikipedia

0 komentar:

Poskan Komentar